Rabu, 22 November 2017

Mintorogo Membawa Cerita

Hai haiii.. Saya mau berbagi pengalaman saya selama mengikuti acara Live In di Jogjakarta.

Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan Live In di SMA Yos Sudarso, saya sangat tertarik mengikuti acara ini karena saya juga belum pernah pergi ke Jogja. Sesampainya kami di Jogja, kami menikmati udara Jogja yang sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan Karawang, hanya saja udaranya masih sedikit lebih sejuk dan matahati tidak terlalu menyengat kulit. Kami akan menginap selama satu minggu disana, Saya tinggal bersama Yovita di rumah Ibu Jumarni. Ibu Jumarni bekerja sebagai tukang sapu sekolah dan kadang kadang ia membuat catering, ia memiliki penghasilan sebesar 1,5 juta perbulannya, ia juga mempunyai 2 anak yang keduanya lulusan SMA tetapi anaknya sudah cukup mapan dan tinggal di Bekasi. Keadaan rumahnya masih cukup layak di tempati walaupun tidak terlalu besar dan rapi. Masyarakat disana masih sangat tradisional dan ramah, setiap kali ada orang yang melewatu rumah mereka, mereka akan mengundang tamu tetsebut ke rumahnya dan menyuguhkan minuman sampai cemilan. Setiap hari kami membantu Ibu Jumarni menyapu sekolah dan membersihkan ruangan yang ada di sekolah itu, kami juga membantu membakar sampah dibelakang sekolah. Saya juga membantu ibu Jumarni menyiapkan makanan untuk peserta “Study Tour” dari Makassar, saya belajar banyak dari Live In kali ini, saya belajar bagaimana caranya bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang, belajar caranya menghargai usaha orang lain, belajar untuk tidak menyerah dalam melakukan apapun, kerena perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.

Berhari-hari saya disana saya merasa seperti di rumah sendiri, banyak orang yang menyayangi dan memperhatikan saya. Lalu pada hari terakhir saya berada disana, saya di ajak oleh teman-teman saya untuk pergi ke bukit Mintorogo yang jaraknya cukup jauh dari Jali Kulon, tempat tinggal saya. Saya awalnya ragu untuk ikut kesana, tapi karena saya penasaran jadi saya memutuskan untuk ikut. Saya pergi dengan sepuluh teman saya. Perjalanan yang dilalui cukup berat dengan jalanan yang menanjak dan panas matahari yang menusuk kulit. Kami mengambil kayu untuk membantu kami berjalan menuju bukit Mintorogo. Pada saat di tengah perjalanan kami sedang beristirahat sebentar, lalu kami bertemu dengan 5 orang lainnya yang juga ingin pergi ke bukit Mintorogo dan akhirnya kami berlimabelas menuju bukit Mintorogo bersama-sama. Butuh waktu sekitar satu jam untuk mencapai bukit Mintorogo, saya dan teman-teman sempat ingin menyerah dan tidak ingin melanjutkan perjalanan karena jarak yang sangat jauh. Tapi saya mengingat kalau kami sudah berjuang setengah jalan, sangat merugikan jika kami harus kembali turun tanpa membawa pengalaman apapun, jadi kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan yang melelahkan itu. Pada saat perjalanan saya mengira jalanannya sudah beraspal semua, tapi ternyata tidak, kami harus melewati hutan kecil dan tanah yang becek akibat hujan, banyak binatang yang ada di hutan kecil itu, termasuk binatang kaki seribu yang ukurannya tiga kali lebih besar dari ukuran normal yang biasa kami lihat.

Kami saling menolong untuk melewati jalanan yang cukup berbahaya. Dan akhirnya perjuangan kami terbayar saat kami sampai di bukti Mintorogo, walaupun kami tidak sampai puncaknya karena sudah terlalu lelah, kami sudah merasa cukup puas melihat pemandangan yang disajikan dari sana, semua rumah di daerah Gayam Harjo terlihat jelas dari sana. Di sana ada rumah pohon kecil yang dibangun, letaknya ada di samping, lalu ada satu kursi untuk dua orang yang dihiasi bunga-bunga disekitarnya yang biasa digunakan untuk spot foto dan ada juga pohon dengan patung ular yang di buat mirip dengan aslinya yang katanya digunakan sebagai tempat keramat.Saya sedikit menyesal karena saya tidak membawa kamera jadi saya tidak bisa mengabadikan keindahan bukit mintorogo. Kami menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk beristirahat, menikmati pemandangan yang ada disana dan berfoto untuk kenang-kenangan. Setelah 30 menit sebagian kami memutuskan untuk pulang dan sebagian lagi ingin melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak bukit Mintorogo, saya termasuk orang yang memutuskan untuk pulang karena saya sudah sangat kelelahan dan berkeringat.

Di perjalanan pulang, saya merasa matahari menjadi jauh lebih panas dari sebelumnya, dengan jalan yang menurun saya merasa tidak fokus dan pandangan saya sedikit kabur dan akhirnya saya terjatuh, teman-teman saya langsung menolong saya dan meminta saya untuk duduk dan beristirahat sebentar di teras rumah salah seorang warga. Setelah merasa baikan saya melanjutkan perjalanan pulang dengan kaki yang masih terasa sedikit sakit dan nyeri. Saya berusaha berjalan dengan cepat karena satu jam setelahnya akan ada pertemuan dengan guru-guru di Gereja dan saya belum bersiap sama sekali untuk pergi ke Gereja. Dari perjalanan saya menuju Mintorogo saya juga belajar banyak hal, kalau kekompakan dalam satu kelompok akan menghasilkan hasil yang jauh lebih memuaskan dari pada bekerja sendiri, saya juga belajar untuk saling membantu satu sama lain, dan semua hasil yang baik memerlukan perjuangan dan proses yang panjang, sama seperti kami yang berusaha mencapai bukit Mintorogo, kalau saja kami menyerah di tengah jalan dan tidak melanjutkan perjalanan mungkin saja kami tidak akan pernah melihat pemandangan yang sangat indah dari bukit Mintorogo. Saya sangat senang bisa memiliki pengalaman yang sangat mengesankan di bukit Mintorogo.

Dan di hari terakhir kami pergi ke candi prambanan, monjali dan malioboro. Kami berjalan jalan di prambanan sambil menikmati pemandangan yang ada di sana. Kami berfoto di sekitar candi, lalu kamu ke malioboro untuk sekedar membeli oleh oleh untuk keluarga kami di Karawang lalu kami ke museum jogja kembali, walaupun kami tidak terlalu lama di monjali tetapi kami masih bisa menikmati perjalanan kami disana dan itu menjadi pengalaman yang menarik dan menyenangkan untuk saya.
Candi Prambanan


Pemandangan yang sangat indah di Candi Prambanan




















Itu cerita pengalaman saya mengikuti Live in di desa Gayamharjo, Sleman, Jogjakarta. semoga pengalaman saya bisa membuat kalian yang membaca mendapatkan sisi positif dari masyarakat yang ada disana, terima kasih.

Tidak ada komentar: